Serah Terima Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura di Kec. Tlanakan, Kab. Pamekasan, Madura

#DAY1

Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu program mata kuliah yang wajib diambil oleh mahasiswa dan mahasiswi di setiap universitas negri maupun universitas swasta di Indonesia. Sebagai media untuk mewujudkan tri fungsi mahasiswa (agen of change, man of analysys, dan social control) Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi wahana pembuktian tri fungsi mahasiswa tersebut dengan terjun ke lapangan bermasyarakat serta melakukan fungsi pengabdian atas apa yang telah diperolehnya selama kuliah, dengan haraoan dapat memberikan perubahan positif dan mampu merubah pola pikir masyarakat yantg tradisional menjadi modern sehingga masyarakat dapat mandiri dan meningkatkan taraf hidup perekonomian.

Universitas Trunojoyo Madura setiap semester akademiknya selalu melaksanakan program KKN. Berbeda dengan universitas lain, Universitas Trunojoyo Madura memfokuskan program kuliah kerja nyata di wilayah pulau madura. Hal tersebut dimaksudkan untuk sebelum membenahi wilayah luar  madura, Universitas Trunojoyo ingin memperbaiki wilayah madura terlebih dahulu, terbukti dengan program 6 sektor UTM. Diharapkan setiap mahasiswa yang melaksanakan Program KKN dapat mengembangkan salah satu dari setiap 6 sektor tersebut. Mahasiswa dan mahasiswi yang melaksanakan program KKN dibagi menjadi beberapa kelompokdan disebar ke seluruh kabupaten di pulau madura, di tempatkan di daerah yang dirasa perlu mendapatkan sentuhan dan berpotensi untuk di kembangkan.

Salah satu daerah yang menjadi sasaran program KKN Universitas Trunojoyo Madura adalah Desa Bandaran Kecamatan Tlanakan Kabupaten pamekasan. Kelompok beruntung yang mendapat tugas mulia di desa ini adalah kelompok 53. Kelompok 53 beranggotakan 15 mahasiswa mahasiswi dengan pembagian 6 mahasiswa serta 9 mahasiswi. kelompok tersebut sebelumnya telah melakukan survey lapangan beberapa kali sebelum di tempati posko KKN pada tanggal 18 juli 2018. pada rangkaian survey tersebut kelompok 53 menemukan potensi dari desa bandaran adalah hasil laut yang cukup melimpah serta sumber daya manusia di produktif lebih mendominasi desa tersebut. Tetapi di lain sisi terdapat suatu fenomena sosial yaitu terdapat kesenjangan sosial di antara setiap warga  masyarakatnya, dikarenakan kurangnya pengetahuan dan teknologi tepat guna untuk mengholah hasil laut, serta para ibu rumah tangga hanya bergantung  pada hasil tangkapan laut suaminya.

Untuk memenuhi kewajiban dari tri fungsi mahasiswa, mengembangkan potensi dari desa bandaran, serta mengatasi permasalahan di atas, kelompok KKN posko 53 merancang program pemberdayaan  masyarakat dengan mengusung tema based marine product. Merupakan program pemberdayaan dengan memanfaatkan hasil tangkapan laut baik yang bernilai ekonomis dan kurang ekonomis, di padukan dengan sentuhan teknologi tepat guna dengan  berlebelkan khas daerah desa bandaran. Melalui program tersebut di harapkan dapat meningkatkan taraf perekonomian masayarakat serta mewujudkan desa bandaran sebagai desa mandiri.

Click here to wacth Video KKN 53 UTM #Day1
https://www.youtube.com/watch?v=sfYrsfS__WY



Komentar

Postingan populer dari blog ini